Home » Gerbang » Makan Sate Maranggi, Yuk

Makan Sate Maranggi, Yuk

sate-maranggiBelum afdhol jika sowan ke Purwakarta belum mencicipi sate maranggi!  Nada kalimat provokatif ini rasanya tidak berlebihan.   Sate khas Purwakarta yang satu ini sudah cukup terkenal dan memiliki tempat tersendiri di benak para pencinta kuliner sate, terutama yang sering mampir ke kota yang memiliki Waduk Jatiluhur ini.  Kenapa?

Bahan sate ini memberikan pilihan, terbuat dari daging kambing atau daging sapi.   Pengunjung boleh memilih, terutama bagi mereka yang tidak boleh memakan salah satu daging tersebut dengan alasan kesehatan atau lainnya.  Nah, salah satu yang menjadikan sate ini menjadi khas adalah pada citarasa bumbunya.  Dengan bumbu utama dari kecap manis, cabai hijau dan ditambah cuka lahang (cuka dari tebu) membuat sambalnya terasa lebih segar.   Membuat mata yang tadinya lima watt akan menjadi tujuh puluh lima watt, tergantung kadar kepedasannya.  Tidak ketinggalan, irisan bawang merah dan tomat segar akan menghiasi mangkuk sambelnya.  Memang dibeberapa tempat jualan sate terdapat variasi-variasi penyajian sambelnya.

Dimana mendapatkan sate maranggi ini?  Penjual sate maranggi saat ini sudah menjamur.  Mulai dari penjual yang ditanggung berkeliling sampai dengan warung sate dengan ukuran besar.  Beberapa yang terkenal diantaranya:  sate maranggi Haji Rasta di Cibungur, sate maranggi Anwar di Pondoksalam, sate maranggi Abah Use di Cihuni, sate maranggi Haji Nadi di Cibogo Plered, dan sate maranggi Haji Oking di Wanayasa.   Lokasi yang paling dekat dengan pintu tol adalah sate maranggi Haji Rasta yang terletak di Cibungur.  Bisa keluar pintu tol Cikopo ke arah kanan atau keluar pintu tol Sadang arah ke kiri.  Tidak jauh.

Pada tulisan selanjutnya, akan kita telusuri lebih detil masing-masing sate maranggi.  Ditunggu ya….dan jangan lupa, dicobain.

Tinggalkan Komentar Anda


[tutup]