Home » Komunitas » Kerja Nyata Komunitas Trail Kiarapedes

Kerja Nyata Komunitas Trail Kiarapedes

diselingi-ngaliwet-bersamaDasar sifat gotong royong menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Rereongan dalam bahasa sunda. Hidup saling membantu dengan sesama, seperti pepatah mengatakan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Hal itu juga menjadi falsafah komunitas trail Kecamatan Kiarapedes Purwakarta.

Adalah Mang Endang, biasa dia disebut. Selama ini ia tinggal di tanah saudaranya yang terletak di Kampung Campaka Isna, Desa Margaluyu, Kiarapedes. Namun, tanah tersebut dijual, dan pemilik baru memintanya untuk membongkar rumahnya dan pindah.

Untungnya, tanah untuk bangunan baru sudah ada. Masalahnya biaya untuk membangun rumah tersebut tidak mencukupi bagi Mang Endang yang hanya memiliki usaha warung kecil di daerah terpencil. Kebetulan warung Mang Endang ini adalah persinggahan tempat ngopi sambil istrahat penghobi trail yang lewat ke daerah tersebut.

Kegundahan Mang Endang semakin memuncak karena harus segera pindah. Ia pun akhirnya mendatangi Ketua Trail Kecamatan Kiarapedes. Ia ceritakan permasalahanya ke Ketua Trail Kecamatan Kiarapedes, H. Dadang.

Tak tinggal diam, Komunitas Trail Kecamatan Kiarapedes pun bermusyawarah mencari solusi, termasuk dengan komunitas trail lainnya di Wanayasa.

Pertemuan itu pun menyepakati untuk menggalang dana dari komunitas penghobi trail. Hasilnya, walaupun belum mencukupi tapi sudah lumayan bisa untuk tahap awal pemindahan rumah.

Tidak sebatas menggalang dana, komunitas ini pun terjun langsung bergotong royong memindahkan rumah Mang Endang. Bahkan, Kapolres Purwakarta pun turut mendukung dengan memerintahkan Kapolsek Kiarapedes untuk membantu acara rereongan membantu membangun tempat tinggal Mang Endang.

“Alhamdulillah, rereongan ini berjalan lancar. Dan yang terpenting Mang Endang sudah memiliki tempat tinggal,” ungkap UM Sulaeman, salah seorang pengurus komunitas trail.

Rereongan ini membuktikan budaya luhur bangsa Indonesia yang masih terjaga, khususnya di Purwakarta. Juga menunjukkan, keberadaan komunitas tidak sekedar penyalur hobi, melainkan dapat bermanfaat bagi sesama. (jjs)

Tinggalkan Komentar Anda


[tutup]